Sabtu, 25 April 2020

Cangar and It's Magical Green : (Tentang Berdoa dan Kumpulan Doa dari al-Qur'an)


Ada satu tempat di Kota Batu yang membuat setiap yang datang kesana: Yang pikirannya sumpek, akan segar kembali. Yang semangatnya sudah menyala, akan tambah menyala dan berkobar-kobar (wkwk), yang biasa-biasa saja, akan semakin bersyukur menjalani hidup dan tidak B aja lagi *apasih. Tempat apakah itu? Saya biasa menyebutnya daerah Cangar (berdasarkan nama pemandian air panas yang ada di sana). Sebenarnya nama daerahnya adalah Desa Sumberbrantas; memiliki julukan Desa Kaki Langit. Tiap sudutnya sungguh magical, memiliki daya tarik dan instagramable. Coba ketik hastag #cangar di Instagram dan kamu akan melihat foto-foto yang keren sekali. Masya Allah. Semakin blusukan kamu, semakin ketemu sudut-sudut yang bikin melongo.

Jika sedang penat dan bosan, biasanya saya ajak seseorang kemari dan mengeksplor tiap sudut indahnya. It's okay to be back to nature, blusukan ke alam, memperhatikan dan mentadabburi ciptaan-Nya. Kata Ustadz Nouman Ali Khan gini... "Kamu baca kitab ini (al-Qur'an) dan kitab ini akan menyuruhmu melihat dunia luar. Lalu dunia luar akan mendorongmu untuk kembali ke kitab ini. Lalu kitab ini kembali mendorongmu keluar. Terus berputar antara ayat tentang penciptaan dan ayat tentang wahyu; inilah proses di dalam al-Qur'an". Kembali ke alam, menurut saya, juga untuk melatih hati untuk berpikir (tidak hanya otak). Asah hati kita untuk terkoneksi dengan otak, kemudian menjadilah semakin bertaqwa atas hikmah dan kesadaran yang diberikannya melalui proses berpikir dengan hati -lewat alam yang kita lakukan. Wallahu 'alam.
***

"Seberapa penting sih berdoa untuk seorang Esy?"

Saya kirimkan sebaris pertanyaan di atas pada seorang adik. Lalu kemudian mengalirlah jawaban yang membuka hati dan pikiran (karena berdiskusi dengan adik ini, tidak pernah tidak panjang heheh) masyaAllah tabarakallah,
"Aku mulai terinspirasi banget sama berdoa Alhamdulillah setelah dapet taufik di kajian serial Riyadhus Shalihin pas jelasin keberkahan hidupnya Imam an-Nawawi rahimahullah. Doa bisa buat kita yang lemah dan bodoh ini jadi lebih powerful (dalam konteks beribadah kepada Allah). Kan tujuan kita hidup ada di Adz-Dzariyat: 56. Aku suka 'angle' yang disimpulkan ustadz dari berbagai pendapat ulama salaf ttg keberkahan hidupnya Imam An-Nawawi yang intinya..."kehidupan Imam An-Nawawi itu membuktikan bahwa bukan hal mustahil untuk mengumpulkan banyak bidang ilmu dalam satu sosok manusia (ini di luar konteks nabi dan rasul). Maka, janganlah putus berdoa kepada Allah (minta taufiq kepada Allah)". - Esy Andriyani, seorang teman baik yang saat ini sedang berjuang dengan pendidikan jilid 2-nya. Doakan, kawan-kawan!
Doa adalah inti ibadah; The dua is essence of worship. Berpuluh rakaat yang kita tunaikan dalam ibadah shalat, intinya adalah doa. Lewat berdoa, kita sedang berkomunikasi dengan Allah Azza wa Jalla. Doa adalah bukti kelemahan kita sebagai seorang hamba. Semakin banyak doa yang kita panjatkan dan semakin sering kita berdoa, semakin Allah menyayangi kita. Doa adalah senjata orang mukmin; Bayangkan kita menghadapi sebuah peperangan; tentunya lebih mudah bagi kita melawan musuh dengan persenjataan yang lengkap dibanding dengan tangan kosong. Doa bisa merubah takdir; Teruslah berdoa dalam setiap kondisi agar sesuatu buruk yang Allah takdirkan menimpa kita, Allah hindarkan kita dari padanya tersebab doa yang kita panjatkan. Saya pernah dengar kajian dari seorang ustadz, katanya gini: Segala sesuatu di dunia ini akan pergi (kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala) dan tidak akan pernah kembali. Tetapi ada satu, yang pergi kemudian kembali kepada yang memintanya. Apa itu? Doa.

"Ya Tuhanku sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri karena itu ampunilah aku"
{Al-Qashash : 16}

***
"Ya Rabb-ku, lapangkanlah untukku dadaku. Dan mudahkanlah untukku urusanku"
{Thaha : 25-26}

***
Jadilah seseorang yang mudah berdoa dan mengucapkan yang baik-baik. Saat akan memulai belajar, berdoalah pada Allah minta dibukakan pikiran dan kemudahan dalam menuntut ilmu. Saat akan bekerja, minta pada Allah untuk memberikan rizqi yang halal dan berkah. Saat menyetrika, minta pada Allah untuk menjadikan kita pribadi yang pandai bersyukur. Saat bertemu pedagang baik hati di pasar yang melebihkan jualannya untuk kita, doakan keberkahan rizqi untuknya. Saat melihat pengemis di pinggir jalan, berdoa agar Allah hindarkan kita dari meminta-minta pada makhluq-Nya. Saat sedang berkendara kemudian melihat orang yang mendorong motornya karena kehabisan bensin, doakan semoga segera ketemu dengan tukang bensin. Apapun kondisinya, berdoalah. Kata Mufti Menk, berdoa dalam segala kondisi akan membuat saluran yang indah (beautiful link) antara kita dengan sang pencipta. Janganlah lepaskan hidup kita ini dari berdoa pada-Nya.

"Ya Rabb kami, hanya kepada Engkaulah kami bertawakkal dan hanya kepada Engkaulah kami bertobat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali"
{Al-Mumtahanah : 4}

***
"Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka"
{Ali Imran : 16}

*** 
Bagaimana doa bekerja?
Dalam sebuah ceramahnya di channel Free Quran Education Ust. Nouman Ali Khan mengatakan bahwa, "kita sering merasa hidup tidak adil; Allah tidak adil, bahkan ketika kita sudah berdoa." Padahal goal atau tujuan yang tercapai pada akhirnya pada saat kita berdoa adalah berkomunikasi dengan Allah rabbul izzati. Connected to Allah; Terhubung kepada Allah. Doa kita dikabulkan atau tidak (versi kita) itu perkara lain. Yang penting kita terhubung ke Allah dulu deh.

Ust. Nouman juga memberikan contoh; Kita bisa saja berkata, "Apa salahku sehingga Allah memberikan ujian seperti ini?". Ingat Nabi Yusuf? Saat anak-anak (yang berarti beliau masih polos, belum ada kesalahan yang dilakukannya), dibuang ke sumur, dijual sebagai budak, dipenjara atas sesuatu kejahatan yang tidak dilakukannya.

"Allah Azza wa Jalla was overlooking everything". Sometimes better coming is for you, sometimes for somebody else. Terkadang kesulitan yang menghampirimu akan berbuah kebaikan untukmu saat kamu masih hidup, terkadang kembali padamu saat kamu sudah meninggal (di akhirat nanti). Terkadang juga kebaikan itu akan dirasakan oleh orang lain (dan pahalanya akan kembali untukmu, insyaAllah).

"Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang"
{Al-Hasyr : 10}

***
"Cukuplah Allah bagiku; Tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki Arsy' yang agung"
{At-Taubah : 40}

***
"Ya Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari memohon kepada Engkau sesuatu yang aku tiada mengetahui (hakikat)nya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepadaku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang merugi" 
{Huud: 47}

***
"Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi"
{Al-A'raf : 23}

***
Pelajaran tentang Berdoa dari Nabi Yunus
Mari mengingat kembali kisah Nabi Yunus alaihissalam yang diutus kepada suatu kaum; Beliau berdakwah namun tiada satupun yang menerima dakwahnya, ajaran yang dibawanya. Pada akhirnya Nabi Yunus meninggalkan kaumnya (tanpa izin dari Allah, tanpa perintah dari Allah). Kenapa Yunus meninggalkan kaumnya? Untuk menyebarkan dakwahnya di tempat lain yang mungkin saja akan menerimanya. Kemudian Yunus berlayar; Di tengah lautan kapal yang Nabi Yunus naiki dihantam badai. Semua barang dibuang ke laut agar kapal tidak karam dan penumpang tidak tenggelam. Masih kurang juga, mereka harus menurunkan satu penumpang. Mereka mengundi siapa yang harus dibuang ke laut. Satu kali kocok, nama Yunus yang keluar. Mereka yang ada di kapal tidak sepakat karena Yunus masih muda, pintar, bijaksana, keberkahan untuk rombongan itu. Aset berharga. Kocokan kedua, masih nama Yunus yang keluar. Sampai 3 kali undian, nama Yunus lagi yang keluar. Akhirnya Nabi Yunus berpikir bahwa itu dari Allah dan menyerahkan dirinya untuk 'dibuang'.

Begitu diceburkan ke laut, Allah memerintahkan salah satu ciptaanNya yaitu ikan paus untuk menelan Nabi Yunus. Ketika Yunus sadar, awalnya ia berpikir ia sudah meninggal dan berada di alam kubur. Kemudian lama-kelamaan menyadari bahwa beliau ada di perut ikan paus. Nabi Yunus kemudian bersujud, menyadari kesalahannya. Ia berkata, "Ya Allah aku bersujud di tempat di mana tidak ada yang pernah bersujud kepada-Mu sebelumnya (yaitu di perut ikan paus)". Kemudian ia berdoa; sebuah doa yang sangat terkenal, diabadikan dalam al-Qur'an (Surah al-Anbiya 87)... Laa ilaha illa anta, subhanaka inni kuntu minadzaaalimiiin; tiada tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim. Doa yang Nabi Yunus panjatkan didengar oleh malaikat di lapisan langit; Doanya dengan suara lirih dan lemah yang menembus 3 kegelapan: Kegelapan malam, kegelapan lautan dan kegelapan di dalam perut ikan paus.

Nabi Yunus tinggal di dalam perut ikan paus selama 40 hari; ada juga ulama yang berpendapat 3 hari, wallahu 'alam. Disebutkan, karena Yunus terus-menerus berdoa, makanya Allah kabulkan doanya dan menyelamatkannya. Kalau tidak, Nabi Yunus akan berada di dalam perut ikan paus sampai hari kiamat. Wallahu 'alam. Akhirnya Nabi Yunus kembali kepada kaumnya dan Allah jadikan semua kaumnya menerima dakwahnya tanpa terkecuali. Masya Allah. Dalam sebuah riwayat disebutkan, para sahabat bertanya pada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, bisakah kami berdoa yang sama (dengan doa Nabi Yunus)? Kemudian Rasulullah menjawab barangsiapa yang berdoa seperti doanya Nabi Yunus, maka akan dikabulkan.

"Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu"
{At-Tahrim : 8}

***
"Ya Rabb kami, berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka"
{Al-Baqarah : 201}

*** 
Pelajaran tentang Berdoa dari Nabi Zakariyya
Salah satu kisah favorit selanjutnya tentang berdoa adalah kisah Nabi Zakariyya alaihissalam yang berdoa diberikan keturunan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala;
...(yang dibacakan ini adalah) penjelasan tentang rahmat Tuhanmu kepada hamba-Nya, Zakariyya. (yaitu) ketika dia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut. Dia (Zakariyya) berkata, 'Ya Tuhanku, sungguh tulangku telah lemah dan kepalaku telah dipenuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu ya Tuhanku'. [Q.S Maryam 2-4]

Dikutip dari muslimmatters.org, Nabi Zakariyya menggunakan dua metafora dalam berdoa, yang pertama "tulangku telah lemah" dan "kepalaku telah dipenuhi uban". Kemudian ditutup dengan satu kalimat yang sangat indah, "dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu". Dua kalimat yang berlawanan atau kontras. Di kalimat pertama Zakariyya menyatakan kelemahannya di hadapan Allah (a powerful way to winning someone over is letting them to know how weak you are). Di sini kita belajar bahwa salah satu adab dalam berdoa adalah menyatakan kelemahan diri, betapa butuhnya kita pada kasih sayang Allah. Pada kalimat kedua kita dapati sebuah pernyataan yang sangat indah dan powerful, menegaskan bahwa tiap kali Nabi Zakariyya berdoa, tidak pernah ia kembali dengan tangan kosong (tidak pernah tidak dikabulkan). It is as if he saying, my condition is bad but You have always taken care of me.

Hikmah yang bisa diambil dari kisah Nabi Zakariyya dalam berdoa adalah: Kapanpun kamu meminta dan berdoa pada Allah, yakinkan hati seyakin-yakinnya bahwa Ia yang Maha Mengabulkan doa akan mengijabah permohonanmu. Never lose hope in your dua.

"Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)"
{Ibrahim : 41}

*** 
Kita diperbolehkan untuk bertawassul dalam berdoa (kajian Dr Yasir Qadhi). How? Yang pertama, menyatakan kelemahan diri; "Ya Allah hamba yang lemah yang banyak dosa dan sering mendzalimi diri sendiri ini...kemudian sebutkan permohonan kita". Seperti doanya Nabi Adam alaihissalam di Surah Al-Baqarah. Kedua, menyebut nama-nama Allah (asmaul husna); Lihat surat Al-A'raf ayat 180. Semua nama-nama Allah itu cocok dengan segala kondisi. "Ya razaq, berikanlah hamba rizqi yang banyak. Ya aliiim, bukakan pikiran hamba untuk menerima setitik ilmu-Mu, dan sebagainya. Ketiga, membuat janji, "jika Engkau memberiku ini aku berjanji akan begini" seperti doa Nabi Musa alaihissalam yang minta didampingi oleh Harun alaihissalam. Keempat, menyebutkan keberkahan yang lalu, seperti pernyataan Nabi Zakariyya dalam doanya "dan aku tidak pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu ya Tuhanku".

"Ya Tuhanku janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah waris yang paling baik"
{Al-Anbiya : 89}

***
"Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hambaMu yang saleh"
{An-Naml : 19}

*** 
Menurut Dr. Yasir Qadhi dalam sebuah kajiannya, ada 3 faktor utama terhalangnya doa kita dari diijabah oleh Allah. Apa saja? (1) Berdoa dengan hati yang lalai; tidak menghadirkan hati ketika berdoa. Mulut mengucap tetapi hati dan pikiran 'terbang' kemana-mana. Itu semacam merapal doa di buku tetapi kita ga tahu artinya. Kata Dr. Yasir Qadhi gini, "It doesn't matter for making dua in your own language, from the heart, rather than repeat from the book". (2) Makanan, minuman, pakaian dan segala yang melekat di diri kita yang berasal dari sesuatu yang haram. (3) Tergesa-gesa dalam berdoa. Bagaimana seseorang dikatakan tergesa-gesa dalam doanya? Ketika ia berkata, "aku udah doa terus-terusan tapi sama Allah ga dikabul-kabulin". Nah lho! Allah will respond your dua as long as you don't give up, brother and sister.

"Ya Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Rabb kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir"
{Al-Baqarah : 286}

***
3 Jalan Dikabulkannya Doa
Tidak ada doa yang tidak dikabulkan. Resapi kalimat itu dalam-dalam. Every dua is answered (lihat Ghafir ayat 60). Allah itu, the more you ask Him, the more He will love you. Semakin kamu banyak berdoa dan meminta, semakin Allah menyayangimu. Ga kayak manusia; semakin kita mintai semakin dia akan menjauh dari kita. Dikutip dari channel Youtube Free Qur'an Education, 3 jalan dikabulkannya doa oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Pertama, Give what you asking for...(Allah memberi apa yang kita minta). Kedua, Averts a harm that is equivalent to that dua...(mencegah keburukan yang akan menimpa kita). Terakhir, Saves it (the dua) for you to the hereafter...(disimpan untuk diberikan kelak di hari pembalasan). 
***

Tentang kekuatan berdoa, saya mau berbagi sedikit pengalaman baru-baru ini. Saya mempunyai niatan untuk pulang kampung bersama dengan seseorang. Kadang itu terlihat seperti mungkin sekali (tinggal janjian pulang bareng, beli tiket, udah deh selesai urusan); namun tiba-tiba seperti tidak mungkin (urusan kerjaan yang masih belum jelas, izin pulang yang belum didapat dan sebagainya). Dibalik ketidakmungkinan, lirih saja saya berdoa, sederhana, pasrah, tidak memaksa juga tidak melepas begitu saja. "Ya Allah aku ingin pulang kampung bersama dengannya". Lalu kemudian dengan cara-Nya yang entah apa, Allah berikan kami jalan untuk pulang kampung bersama. Sesederhana itu. Ada lagi momen kala itu saya sedang emosi tingkat tinggi. Di sepanjang perjalanan (naik motor) perlahan saya berdoa pada Allah, "Ya Allah dengan cara-Mu yang bagaimanapun, tolong redakan dan hilangkan amarah ini dari dada hamba-Mu". Dan ajaib, hilang begitu saja!

Dua cerita di atas hanya sekelumit dari jutaan doa yang saya panjatkan yang dikabulkan oleh Allah Azza wa Jalla. Ada begitu banyak kisah luar biasa pengabulan doa oleh Allah di tiap detik kehidupan kita. Bahkan ketika saya sedang menulis ini dan anda sedang membacanya, bisa jadi Allah sedang mengabulkan doa-doa kita.
***

Sejak kita tahu dan paham bahwa tidak ada doa yang tidak dikabulkan oleh Allah; tidak ada doa yang sia-sia; dan disebutkan dalam sebuah hadits bahwa Allah malu jika ada hamba-Nya yang mengangkat tangan memohon sesuatu kemudian kembali dengan tangan kosong (tidak dikabulkan doanya); MAKA tidak ada alasan untuk tidak berdoa pada Allah. Minta, mintalah padanya sebanyak yang bisa kita minta, apapun! Sereceh sandal jepit putus pun, mintalah gantinya ke Allah.

Momen ramadan kali ini, mari perbanyak doa. Perhatikan waktu mustajab untuk berdoa. Buatlah daftar doa yang ingin kita panjatkan. Sebaik-baik doa tentu saja yang sudah dicontohkan oleh para Nabi dan Rasul yang diabadikan dalam al-Qur'an, tapi tidak mengapa jika kita mau menambahkan keinginan duniawi seperti misalnya ingin punya rumah seperti istana, ingin jodoh seperti Maher Zain wkwk, ingin keliling dunia untuk mentadabburi ciptaan-Nya, dan sebagainya. Tulis besar-besar doa dan keinginan itu, kemudian tempelkan di tempat kita shalat atau biasa bermunajat pada Allah. Tengadahkan tangan terus pokonya mah, jangan kasih kendor!

Satu lagi... Jangan lupakan berdoa untuk kebaikan orang lain. Kata Mufti Menk dalam sebuah kajiannya, salah satu cara terbaik untuk berdoa, best way for making dua is, doakan orang lain. Doa kita untuk orang lain sementara ia tidak mengetahuinya adalah doa yang mustajab. Ketika kita mendoakan orang lain maka malaikat mengaminkan dan berkata 'dan bagimu pula seperti itu' (HR. Muslim). Disebutkan pula bahwa doa yang dipanjatkan secara diam-diam untuk seseorang adalah doa yang paling cepat dikabulkan (Ibn Taymiyyah's Fatawa). Tanyakan pada orang-orang yang kamu cintai, pada orang-orang terdekat, apa impian dan harapan mereka lalu langitkan doa untuk mereka. Jangan pelit juga untuk berbagi impian dengan orang lain; barangkali tidak ada yang mampu mereka lakukan untuk membantumu mencapai impian tersebut selain menengadahkan tangan di sepertiga malam yang akhir, kemudian bermunajat pada Allah. Wallahu 'alam.

0 komentar:

Posting Komentar