Wednesday, December 21, 2016

Yang Baru di Coban Rais, Malang: Bukit Bulu dan Batu Flower Garden (BFG)



Esensi dari pergi berwisata, traveling, jalan-jalan atau apalah sebutannya, perlahan seiring dengan perkembangan zaman mulai ter-redefinisi; Kini traveling tidak lagi dimaknai semata sebagai sebuah aktifitas pergi bersama dengan keluarga atau orang-orang terkasih, make a quality time, makan bersama sembari menikmati tempat indah. Itu telah bergeser menjadi; Lihat foto tempat wisata keren di IG atau medsos lainnya, datang bersama teman-teman, foto-foto pake tongsis dan sebangsanya, haha hihi, pulang, upload di semua medsos yang dipunyai, dapet like sebanyak-banyaknya, case closed. Gitu terus sampe matahari terbit dari barat.

Engga, ga salah kok. Cuma, semoga walau dengan 'cara kekinian' piknik kita seperti itu, ada sesuatu yang akhirnya melekat setelahnya, misalnya: kenangan yang mendalam (HALAH!). Foto-foto, itu bonus, bukan prioritas. Menjadi prioritas, ketika kamu ingin menceritakan kembali apa yang kamu lihat, seperti yang penulis lakukan ini (ekhemmm, *inhealing **exhealing).

#Dahgituaja :-D

***

Akhir-akhir ini sedang marak sekali tempat wisata yang membuat spot untuk foto di atas bukit. Ada yang bentuknya love, rumah pohon dan semacamnya. Di Jogja ada Kalibiru, di Lampung (kotaku tercinta) ada Muncak Tirtayasa Teropong Laut, ada juga di Bandung Tebing Keraton, dan masih buanyak lagi di penjuru Indonesia. Nah di Malang ada jugak nih, namanya Bukit Bulu. Secara ga sengaja lihat di Instagram. Bukit ini masih satu lokasi dengan Coban Rais. Sedikit penasaran, saya rencanakan untuk pergi kesana. Kali ini dengan bocah-bocah (Ade, Qonita, Nenab dan Wiwin). Janji berangkat jam 8, ternyata harus molor karena mamang bubur yang lewat. (Bubur ayam ini enakkk. Seporsi 8K, isinya bubur ditambah potongan kecil cakwe, suwiran ayam yang banyak, daun seledri plus kedele disiram pake kuah gurih. Jualan tiap pagi di sekitaran Merjosari).

Jam 9 am kurang dikit baru deh kami berangkat. Ade berboncengan dengan Qonita, Nenab dengan Wiwin, dan saya dengan keikhlasan hati merelakan mereka kebut-kebutan sementara saya santai saja menikmati jalan.

Menuju Kota Batu lewat jalur lingkar barat. Jalanannya mulus, lebar dan tidak terlalu ramai. Jadi deh tidak sampai 1 jam kami sudah sampai di loket masuk Coban Rais. Biaya masuk 7,5K per orang (update tiket masuk terbaru: 10K), parkir motor 2,5K. Hari sabtu, sudah lumayan banyak motor yang terparkir. Udara yang sejuk menyambut kami pagi itu.
Sehangat janji bunga matahari -himawari ^_^
Lumayan murah biaya masuknya

Setelah memarkir motor, mata saya langsung tertuju pada sebuah rumah pohon yang berada dekat dengan lokasi parkiran. Aha! Saya langsung naik. Lumayan bikin deg-degan sih. Tinggi banget, men. Buat pegangan naiknya tali tambang doang. Ade masih sok cool, Wiwin berisik ngeliatin Nenab mau naik. Nenab? heleeeh... 
Ini kuat khan ya nahan berat badanku?! ga jatoh khan...@#$%&*
Mbak turun duluan ya, potoin kita dari bawah | iyeelah
Tidak jauh dari rumah pohon pertama, ada satu rumah pohon lagi yang bisa kami naiki. Saya mendahului mereka pergi kesitu. Dari kejauhan saya melihat Ade, Wiwin dan Qonita sedang teriak-teriak menyemangati Nenab untuk turun. Wkwkw! Rumah pohon yang kedua ini lebih rendah dari yang sebelumnya. Tempatnya lebih luas, cukup untuk 10 orang saya rasa (seukuran Qonita dan Wiwin tapi), namun disitu tertera, maksimal pengunjung 5 orang. Phew. 
Ngeliatin apa Nab? Serius amat
"Yang kompak ya...! Tangannya gini semua", seru Nenab

Dari rumah pohon itu, terlihat view Kota Batu dan Malang yang masih diselimuti kabut. Epic! Kalo lagi benar-benar cerah, puncak Mahameru juga kelihatan lho dari sini. Hanya bisa berucap, Masya Allah... Tidak berlama-lama, dari rumah pohon kedua yang kami naiki itu, selanjutnya kami trekking menuju Bukit Bulu dan Batu Flower Garden. Di tengah perjalanan, eh berpapasan sama mamang cilok goreng. Hmmm *pensive
Anak es-de lagi jajan
"Kalian makannya yang anggun lah, mauk saya poto ini lho"

Jarak dari tempat parkir menuju Bukit Bulu dan BFG tidak terlalu jauh. Trekking santai sekitar 30 menit (sudah plus haha hihi sepanjang jalan sambil foto-foto sekitar dan dua kitar). Trek yang dilalui berupa jalan tanah berbatu. Landai.  Ditemani udara sejuk, gemericik aliran sungai kecil di sepanjang jalur yang kami lewati dan hijaunya hutan pinus, such a relaxing world! Adem rasanya.
Can you tell me what the meaning of NJELUNGUP, everyone?
Anggap saja lagi bawa "anak-anak" piknik
Yang aus... yang aus...

Dari jauh, terlihat sebuah bukit dengan bebungaan yang tertata rapi dan indah. Kontras dengan hijaunya hutan pinus. That's BFG! Batu Flower Garden ini baru akan diresmikan Desember pertengahan nanti. Disini terdapat spot 'love' yang bisa pengunjung gunakan untuk berfoto dengan latar hutan pinus, juga kebun bunga yang beraneka warna. Belum 100% jadi sih.
Batu Flower Garden nun jauh disana
Credit pic: ngadem.com

Baru saja akan masuk, ada petugas yang mempersilahkan untuk mendaftar (lagi) jika ingin masuk ke BFG. Per orangnya 10K. Bocah-bocah mundur teratur, "ah engga deh Mbak". Karena saya berpikir nanggung, sudah sampai disitu, yasudah gapapa deh saya menuju spot itu sendiri. Saya melipir menuju tempat pendaftaran. Saat sedang antri, saya membaca info yang ditempel di meja: biaya masuk 10K (dapat 1 file foto), kamera SLR 15K, action cam 10K. Yah.
Nanti insya Allah ketemu lagi yak *kalo udah mapan -_-

Bye BFG! Entar-entar lagi aja deh ya saya berkunjung kesitu. Gagal. Males. Bukan, bukan ga bawa uang lebih. Uang sih ada, cuma mikir lagi, "yaelah mau foto gitu doang aja ngabisin uang berapa coba. Lumayan buat beli sempol sampe kenyang". Dari sana kami menuju ke spot ayunan. Bayar juga, 10K. Menguji adrenaline banget di spot ini. Walau saya ga nyobain langsung, tapi saya bisa lihat mbak-mbak yang teriak-teriak ga karuan ketakutan. Secara, bawahnya langsung jurang. Hiyyy! Oiya, selain ayunan, ada hammock juga yang disewakan. Entah untuk foto doang atau boleh nyantai lama disitu.
Eh, ini Coban Rais-nya atau bukan ya?
Safety first, and ladies first, sure!
Saya cuma mikir, itu gimana cara naik hammock yang paling atas *kepo

Terlihat sekali pembenahan sarana dan prasarana disana sini. Saya yakin tidak lama lagi tempat wisata ini akan ramai; didukung oleh panorama alam menawan, jarak yang tidak terlalu jauh dari Kota Batu dan Malang serta infrastruktur jalan menuju kesana yang sudah sangat mendukung. Namun sayang, itu tadii. Masuk sini bayar, masuk situ bayar (lagi). Entahlah, kalo pandangan orang awam seperti saya ini, itu malesin banget. Tapi mungkin itu salah satu cara pengelola me-manage banyaknya pengunjung juga untuk pengembangan sarpras menjadi semakin baik dan lengkap. Semoga kunjungan selanjutnya kesini sudah semakin baik manajemen tiketnya, amieeen.
Pembangunan infrastruktur (toilet) di dekat Batu Flower Garden

Tidak berlama-lama, bocah-bocah sudah ngajakin pulang. Kami tidak ke air terjun nya. Kasian Nenab sama Ade, hihi. Jarak dari BFG kesana sekitar 2km, dan itu pasti lewati gunung lewati lembah. Baiklah next time insya Allah. Yang penting mereka seneng deh (walaupun tanpa poto naik ayunan yang Ade pengen banget kayaknya, uhuhu).
I'd like to put a smile on your face :-)
Ta, plis deh gayamu -,-

"Mbak nanti makan dulu ke mana ya pulangnya".
"Ya"
" Yang ada es dugannya segerrr deh kayaknya ya". 
"Iya, es degan jeruk". 
"Wiih. Wenak diks"

Akhirnya kami mampir ke Kedai Assalamualaikum di depan kampus UMM (Unversitas Muhammadiyah Malang). Saya memesan seporsi ayam penyet (8,5K) dan es buah (4,5K). Kalo kamu kebetulan dari arah Batu menuju Malang atau sebaliknya, dan kamu kelaperan, mampir ke kedai ini boleh banget. Harganya murah, makanannya lumayan enak, porsinya mahasiswa (kelaperan) dan ga terlalu lama pelayanannya (walaupun pengunjungnya ruame banget). Balik dari Assalamualaikum, bubar masing-masing entah kemana. Yang jelas tujuan saya cuma satu: kasur di kamar kontrakan yang empuk banget buat ditidurin!
Ditutup dengan manis dan gurih, brought to you by Kedai Assalamualaikum

39 comments:

  1. Mimin.. Mau tnya..
    Kalo d spot love itu ada yg ngeftoin gak ya?
    Thanks.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Insya Allah ada yang motoin semua ^_^

      Delete
  2. Min, boleh tnya q Googling di google maps ga ad tmpat nmax batu flower garden? Bisa ksih ancer2 yg dkt sna ga?

    ReplyDelete
  3. Min, boleh tnya q Googling di google maps ga ad tmpat nmax batu flower garden? Bisa ksih ancer2 yg dkt sna ga?

    ReplyDelete
  4. Mbak Yulia, Batu Flower Garden n Bukit Bulu masuk ke dalam wana wisata Coban Rais, jadi klo mau kesana bs googling dgn keyword Coban Rais ^_^

    ReplyDelete
  5. Kak kan naik ke spot yang love itu bayar 10K, itu bisa foto sepuasnya pakek hp sendiri apa cuman 1 foto aja ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo pake hape, bisa sepuasnya. Yang 1 file itu dpt dr pengelola (klo mau ambil lbh dr 1 file, dkenai biaya tambahan 5K/file.

      Delete
  6. Mbak mau nanya, maksutnya "biaya masuk 10K (dapat 1 file foto), kamera SLR 15K, action cam 10K." itu gimana hehe. Kalo difotoin pake slr 15k, kalo action cam 10k gitu? Atau kalo kita bawa kamera kesitu ada biayanya?hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gini Mbak, masuk ke Coban Rais bayar 7,5K. Terus kalo mau masuk Bukit Bulu atau Batu Flower Garden, itu bayar lg 10K. Nah kalo masuknya bawa SLR (bayar lg 15K), action cam (10K). Hehe gitu sih. Semoga aja klo kesana lg sudah ga begitu.

      Delete
    2. Lah kan kamera slr punya sendiri kok bayar sih?

      Delete
    3. Iya, bayar lagi Mbak Monica (walau punya sendiri). Kalo boleh kasih saran sih, cukup bawa kamera di hape saja ^_^

      Delete
  7. Kalau pake mobil bisa nggak aksesnya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. InsyaAllah sangat bisa, Mas Arwan. Kalo dr arah Malang Kota, saran saya lebih baik, lebih enak dan lebih cepat via jalinbar Batu saja.

      Delete
  8. Hallo kak , aku malah gagal fokus ke pendapat kakak di paragraf pertama 😹 karena aku merasa sependapat sama kak julee πŸ™€πŸ˜ gara* sosial media hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya nih Mba Shofi, trendnya lagi begitu sekarang :(
      Actually, adanya medsos ngebawa bnyak pengaruh (baik n buruk) ke cara Qta mnjalani khidupan saat ini, trmasuk traveling. Apapun itu, smga ga mnghilangkan esensi dr tjuan traveling itu sndri lah ya (hih ngomong apa sih soktau, hehe).

      Btw thank you for reading. Salam kenal ^_^

      Delete
  9. Salam kenal kak july 😊 Btw bukan hanya tempat wisata , cafe or resto2 baru sekarang menarik pelanggan dg spot* fotonya & celakanya banyak juga yg ke cafe hanya untuk foto doank πŸ˜„ . πŸ“· ➡ upload sosmed . Akhirnya kalo aku diajak nongkrong ke cafe yg agak hits dg spot* fotonya aku agak males kak cz pasti pada sibuk sendiri , foto* selfie πŸ™€ (sorry aku malah curhat yaaπŸ˜„ hihihi)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Actually, we have the same opinion *uhuhuh

      Delete
  10. Kalau naik motor ke bukit bulu bisa gak admin?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Naik motor cuma bisa sampai loket tiket. Dari loket ke Bukit Bulu-nya trekking kurang lbh setengah jam. Terakhir kesana (5/01/2017) jalan setapaknya msh dlm proses pemavingan, smoga aja kendaraan boleh lebih masuk lg. Tapi trekking-nya asik kok. Refreshed ^_^

      Delete
    2. Anonymous12:57 PM

      klo naik mbl di parkir dmna ya mbak? info dong

      Delete
    3. Kalau bawa mobil bisa dibawa sampai loket tiket. Insya Allah tersedia lahan parkir yg cukup utk roda 2 maupun roda 4 :)

      Delete
  11. Keren mba foto2nya. .πŸ˜€tempatnya juga hits bangits

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanks Mas Ade :) Sila dkunjungi kalo ada kesempatan -tapi bawa kocek yg tebal klo mau foto2 dispot2nya -ehehe

      Delete
  12. Kurang recommend untuk foto2.
    Karcis antri, foto antri, ambil file antri, petugas kurang ramah. Jika di tanya kenapa mesti lama ambil file, jawabannya "memang aturannya begitu, kalau antri silahkan, kalau engga jg gpp". Tiap spot ada fotografer nya, tp pastikan kesabaran anda sudah penuh, karena jika ingin uji kesabaran pada saat pengambilan file bisa di coba, semua file pengunjung dibuka dan milih sendiri. Really spend much time.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ehehehe, we have same opinion Mba Eca. Semoga keluh kesah ini bs jd prtimbangan utk pengelola ya. Khan ga lucu, kita kesana buat ngelepas penat eh malah tambah penat krn aturan ini itu yg ribet.

      Wah bisa bisa, uji nyali dan uji kesabaran ^_^

      Delete
  13. Julee..foto diayunan itu ada pengamannya gak? Jadi ingat di lodge maribaya bandung..wkt itu hujan jadi gak sempat foto di ayunan. Jadi kepingin mengulang di coban rais buat ngobati kecewa

    ReplyDelete
  14. Mba julee foto di.ayunan ada pengamannya gak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk semua spot yang ekstrem, insya Allah ada pengamannya Mba Anirosset ^_^

      Delete
  15. mba julee..nanya donk..kalau kesana naik mobil..apakah harus tetap tracking?
    unik sekali ya tempatnya..saya pgn bgt kesana..hehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyap, tetap trekking sebentar, Mba Luisa. Tapi jalurnya enak kok, ditemani udara sejuk dan hijaunya pepohonan. Monggo diagendakan n segera dikunjungi sebelum bertambah rame ^_^

      Delete
    2. Sekitar berapa km mbak trekkingnya?

      Delete
    3. Ndak sampai 3KM Insya Allah, Mba Aulia. Jalan kaki santai sekitar 15-20 menit, itu sudah sama foto2 dan menikmati pemandangan kiri kanan jalan ^_^

      Delete
  16. Klo weekday rame gak ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lately, Coban Rais masih jadi salah satu tempat wisata ngehitzzz di Malang. Walaupun weekday, masih lumayan ramai. Tapi insyaAllah kalo weekday-nya pagi, ga ramai (kok).
      ^_^

      Delete
  17. Nanay4:16 PM

    Pagi buka jam brp ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. InsyaAllah Coban Rais buka setiap hari, mulai pukul 8 pagi smpai dengan jam 4 sore :)

      Delete
  18. Kak, mau tanya nih. Jalanan yg arah ke coban rais itu sudah bagus aspalan atau masih perbaikan?

    ReplyDelete
  19. Apakah waktu bulan puasa jam bukanya masih sama seperti biasanya?

    ReplyDelete