Thursday, December 15, 2016

Dibalik Leher Panjang Jerapah

Bahkan hingga hari ini, untuk menghilangkan 'pemahaman keliru' yang sudah tertanam di sekolah menengah dahulu (pelajaran Biologi dan Sejarah) mengenai satu hewan ini saja masih sulit... "Jerapah mengalami seleksi alam. Lehernya menjadi panjang lama-kelamaan karena menyesuaikan sumber makanannya yang berada di pucuk-pucuk pohon tinggi".

PADAHAL, Allah menciptakan jerapah itu sudah begitu dari awal penciptaannya. Tanpa kurang suatu apa. Dia tidak mengalami apapun yang membuat anatomi tubuhnya menjadi kurus lah, leher menjadi panjang, wajah menjadi ganteng/cantik (yakalii), de el el. Sama layaknya Allah menciptakan semut yang kecil, gajah yang gendut (ups jangan ada yang tersinggung), hipo, dkk yang imut-imut itu. Sudah begitu dari sononya noh

Emang apa masalahnya sih kalo percaya leher jerapah panjang gara-gara seleksi alam? Oke satu pertanyaan bagus! Jadi gini, seleksi alam adalah satu 'dalil' yang digunakan oleh para orientalis dan naturalis untuk meniadakan 'campur tangan' Allah dalam penciptaan semesta seluruh isinya ini, termasuk jerapah tadi. Konsep evolusi, seleksi alam, dll itu secara sederhana bisa dipahami dengan analogi macam ini: kamu taruh tumpukan bata secara sembarang di depan rumah. Lama-kelamaan, karena dipengaruhi hujan angin petir geledek dan fenomena alam lainnya, tiba-tiba tumpukan batu bata tadi 'secara ajaib' berubah menjadi susunan batu bata yang rapi, sudah disemen bahkan menjadi tembok pagar. Mungkin gak?! Ya ga mungkin lah. Absurd. Mesti ada tukang yang ngadonin semen, terus disusun deh batu batanya, ditambahin semen, jadi dah tembok pagar!

Ayolah, jangan menjadi tidak peduli dengan hal-hal semacam ini. Ada kaitannya sama aqidah kita lhooo. Banyakin baca, baca dan baca. Cari tahu, tahu, tahu. Semakin banyak baca, semakin banyak nyadar kalo ilmu yang kita punya belum ada apa-apanya. "saya membaca untuk mengetahui bahwa saya tidak tahu, i read to know that i don't know".

Wallahu 'alam.

0 komentar:

Post a Comment