Kamis, 11 Oktober 2018

Traveling Yuk! Ke Malang (Jilid 2)

Tidak salah jika Malang menjadi salah satu destinasi wisata idaman bagi penduduk Indonesia. Tercatat pada 2016, sebanyak kurang lebih 3,9 juta wisatawan (dalam negeri) mengunjungi kota berudara sejuk ini. Belum lagi setahun berikutnya, tahun 2017, jumlah kunjungan naik menjadi sekitar 4,5 jutaan orang. Whoooa. Kota asal salah satu penyanyi kenamaan Indonesia (Krisdayanti) ini memiliki banyak julukan antara lain kota pendidikan, kota pelajar, kota Paris van East Java, kota sejarah, kota wisata, dan kota bunga. Berudara sejuk, kota ini dikelilingi oleh beberapa gunung antara lain Semeru, Bromo, Welirang, Arjuno dan Kawi. 

If I ever were to emigrate to Indonesia, Malang would definitely be in the top 5 cities to move to. (Dutch people, quora.com "what is it like to live in Malang?"

Mulai dari wisata alam (air terjun, pantai, pemandian alami, pemandian air panas dan sebagainya), wisata tematik sampai wisata religi tersaji semua di kota ini. Tidak hanya lengkap dengan destinasi wisatanya, wisatawan yang datang ke Malang akan dimanjakan dengan udaranya yang sejuk, biaya hidup dan akomodasi yang tidak menguras kantong dan kemacetan yang masih bisa diantisipasi. Selain itu kemudahan transportasi dari Jakarta maupun kota besar lainnya menjadikan kota ini mudah dan murah untuk dikunjungi. Lalu apa saja tempat-tempat wisata menarik yang bisa dijelajahi di Malang? Let's go around...!

*Kampung Warna Jodipan*
Kampung penuh warna ini bermula dari pengerjaan tugas praktikum Hubungan Masyarakat oleh sekelompok mahasiswa Komunikasi UMM. Mereka memilih Kampung Jodipan yang menurut mereka (sebenarnya) letaknya sangat strategis dan bisa dibuat 'atraktif'. Muncullah ide untuk menyulap kampung kumuh di pinggir sungai itu menjadi kampung tematik yang indah dan menarik banyak orang untuk datang. Ide itu didukung oleh beberapa pihak sehingga jadilah Jodipan menjadi kampung yang colorfull seperti saat ini. Selain rumah penduduk berwarna-warni dengan beberapa lukisan 3D, ada juga jembatan kaca (satu-satunya di Indonesia) yang terbentang di bantaran sungai di pinggir Kampung Jodipan ini. Kalau kamu ke Malang naik kereta api, kampung ini hanya berjarak sekitar 5 menit berjalan kaki dari Stasiun Malang (Kota Baru). Masuk ke kampung ini cukup membayar 3K per orang dan parkir 2K (roda dua), 5K (roda empat). Kampung ini buka mulai pukul 6 pagi sampai dengan pukul 6 sore.

*Pemandian alam Sumber Taman*
Berada di Malang, tidak ada salahnya mencoba sumber mata air jernih yang banyak terdapat disana. Salah satunya, dengan ciri khas airnya yang jernih berwarna tosca, adalah Sumber Taman. Pemandian alami Sumber Taman berada di Kabupaten Malang, hanya berjarak kurang lebih 1,5 jam perjalanan dari pusat kota. Cukup dengan membayar parkir 3K kamu udah bisa mandi-mandian segar di sumber mata air alami tanpa kaporit ini. Untuk kamu yang kurang lancar berenang, tenang saja ada penyewaan ban kok disana. Sumber Taman sudah dilengkapi dengan beberapa fasilitas seperti mushola, toilet dan beberapa warung yang menjual jajanan murah meriah.

*Pantai Sendiki*
Kalo kamu udah nonton film 'Kulari ke Pantai', ingat ga kata-kata si bule Dani yang mau nyari ombak di Malang Selatan? Yup, ada begitu banyak pantai yang bisa kamu jadikan pilihan untuk berlibur selama berada di Malang. Dalam satu kawasan saja, kita bisa mendapati beberapa pantai. Untuk kamu pecinta pantai dengan banyak ayunan, Pantai Sendiki adalah pilihan yang pas. Jarak dari Kota Malang ke pantai ini kurang lebih 3 jam perjalanan dengan kendaraan pribadi. Akses jalan cukup baik namun beberapa ratus meter menuju pintu masuk jalannya masih belum beraspal sehingga menjadi becek ketika musim hujan. Tiket masuk ke Pantai Sendiki 5K per orang dan parkirnya (muahalll) 10K per motor. Fasilitas yang ada di pantai ini sudah lengkap. Ada banyak ayunan yang bisa kamu pilih untuk foto-foto. Di pinggiran pantainya juga masih banyak pohon untuk kamu yang mau pasang hammock. Juga, mandi-mandian sambil main pasir bisa kamu pilih untuk menghabiskan waktu bersama keluarga atau teman tercinta.

*Air terjun Sumberpitu Tumpang*
Mau coba rasain segarnya mandi di sumber mata air? Gak cuma satu sumber tapi tujuh! Arahkan kendaraan kamu ke daerah Tumpang yang merupakan daerah sejuk lainnya di Malang selain Kota Batu. Kurang lebih 2 jam perjalanan dari Kota Malang, kita akan main-main ke Sumber Pitu Tumpang. Menuju kesana, kita harus trekking terlebih dahulu kurang lebih 30-45 menit melewati kebun-kebun warga dan naik turun bukit. Jangan kuatir, lelahnya trekking tidak terasa karena dimanjakan view hijau sepanjang perjalanan. Tanaman Labu Siam yang menggantung di sepanjang jalur masuk beberapa meter sebelum tempatnya juga menjadi hiburan mata tersendiri. Setelah memasuki area Sumber Pitu, yang pertama kali kita lihat adalah Coban Ringin Gantung yang letaknya berdekatan dengan Sumber Pitu. Naik ke atas sedikit dan kamu akan menemukan sumber yang menawarkan kesegaran dan mengalir dari tujuh mata air alami. Sumber Pitu ini cocok untuk kamu yang berjiwa petualang atau ingin mengolahragakan kaki kamu. Tiket masuk 5K per motor.

*Bukit Teletubbies*
Bukit Teletubbies bisa jadi alternatif kalo kamu pengen ke Bromo tapi ga mau ribet ngumpulin rombongan atau patungan untuk sewa jeep kesana. Bisa naik motor atau kendaraan pribadi lainnya, kamu bebas milih mau datangin tempat ini baik pagi siang maupun sore. Arahin kendaraan kamu ke daerah Tumpang kemudian lurus saja mengikuti rute yang tersedia. Pemandangan sepanjang jalan menuju ke sana beneran gada duanya. Apa yang istimewa dari Bukit Teletubbies? Tentunya padang savana yang menghampar luas sejauh mata memandang. Dalam perjalanan pergi dan pulang, kamu bakal melewati Desa Wisata Ngadas, desa terakhir sebelum masuk ke Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Ada juga beberapa coban seperti Coban Pelangi, Coban Bidadari dan Coban Trisula yang bisa kamu datangi sebelum atau setelah puas mengeksplor Bukit Teletubbies. Tinggal pilih! Sekali jalan, dua tiga empat wisata didatangi.

*Air terjun Tumpak Sewu*
Salah satu air terjun paling indah yang dimiliki negeri kita tercinta (menurut saya) adalah Air Terjun Tumpaksewu yang berada di perbatasan Malang dengan Lumajang. Berjarak kurang lebih 2,5 jam perjalanan melewati jalur lintas Malang - Lumajang yang ramai, dengan kontur jalan yang berkelok-kelok. Lelahnya perjalanan menuju ke sana terbayar langsung ketika sudah sampai di tempatnya, menyaksikan dengan mata kepala sendiri eloknya ciptaan Allah. Kamu juga bisa menantang adrenaline dengan trekking menuju ke bawah air terjun. Tapi hati-hati ya, licin!

*Coban Rais*
Selain pantai, ada banyak air terjun atau coban yang ada di Malang. Salah satu yang lumayan dekat dari Kota Malang dan mudah untuk didatangi dengan spot-spot kekinian adalah Coban Rais. Mau ke Rumah Hobbit? Atau bukit penuh bunga warna-warni? Atau sepeda udara seperti di Tebing Keraton Bandung? Semua ada di sini. Kawasan wisata yang sedang naik daun ini hanya berjarak kurang lebih setengah jam dari Kota Malang. Selain wisata penuh spot selfie kekinian, kamu juga bisa nemuin segernya air terjun yang mengalir dari lereng Gunung Panderman. Tempat wisata ini selalu ramai di akhir pekan. Kalo gamau banyak photobomb, jadwalkan kunjungan kamu ke tempat ini saat hari kerja ya gaes.

*Pantai Ngudel*
Kawasan Malang Selatan tidak habis dieksplor pesona wisata pantainya. Salah satunya adalah Pantai Ngudel (bukan udel ya). Pantai berpasir putih bersih, dengan warna lautnya yang biru bergradasi dan kadang berwarna tosca. Walau terdapat larangan berenang, pengunjung masih bisa bermain air ala-ala di bagian pantai sebelah kiri yang cukup aman. Bakar ikan sembari bersantai bersama keluarga dan teman terkasih menjadi salah satu pilihan paling cocok untuk dilakukan di pantai ini. Kalo datang di waktu yang pas, insyaallah pantai ini sepi dan private serasa milik sendiri. Sarana dan prasarana sudah lengkap. Akses jalan menuju pantai ini juga okepunya. Kenapa pilih pantai ini dari banyak pantai di Malang Selatan? Jawabannya karena... datangi sendiri! Hehee.

Udah baca artikel ini, yakin belum pengen nabung buat ke Malang?

1 komentar:

  1. Wah.. mbak Julee emang traveler sejati ya.. oh iya kalo ke jodipan jangan lupa ke kampung sebelahnya mbak,, kampung biru Arema .. hehe

    BalasHapus