Rabu, 11 Juli 2018

Habiskan Liburanmu Di Coban Parang Tejo Yang Masih Sepi Ini

Tali pengaman carabiner yang menghimpit perut terasa menyesakkan (entah karena saya gendutan atau memang sempit talinya, hehe). Sambil terus meyakinkan diri, pura-pura berani. Okay, i can handle it. Tidak jauh dari saya, Nita dan Tika sibuk mengabadikan momen lewat kamera dan video. Puas sekali mereka melihat saya, sementara saya parno sendiri di atas sini. Hiyyy! Tukang ngeluyur yang parno sama ketinggian, gabisa renang dan paling anti sama namanya maenan-maenan ekstrim, itu aakuuu (ala Duta So7). Ayunan maut yang ada di Bukit Terbang ini adalah salah satu fasilitas yang tersedia di Coban Parang Tejo, coban indah nan masih sepi dengan banyak spot foto yang tidak kalah dengan tempat kekinian lainnya yang lebih dahulu populer.

Sabtu pagi (16/12/2017) saya, Tika, Nita dan Faizah berkesempatan untuk mengunjungi Coban Parang Tejo. Penasaran sama salah satu air terjun yang berada di daerah Dau ini. Kalau lihat di Maps, jarak dari kost Ar-Rifah ke tempat ini hanya 31 menit. Deket lah. Kamipun cusss. Disuguhi pemandangan 'enak' sepanjang perjalanan kesana. Kok enak? iya, ada kebun jeruk, kebun tomat, kebun sayuran bermacam rupa, enak-enaklah pokonya. Sekitar 2 kilometer hampir sampai tempatnya, jalannya masih belum beraspal. Makadam gitu, tapi insyaallah masih aman untuk dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat (semoga sekarang udah alus mulus).

Kami membayar parkir 3K (roda dua) dan tiket masuk 15K per orang. Lumayan murah, karena dengan tiket segitu udah bisa menikmati semua fasilitas yang disediakan maupun foto-foto di semua spot swafoto. Ga ada bayar-bayar lagi. Seriusan!


Masih sangat sepi pas kami datang hari itu. Hanya ada beberapa motor terparkir di tempat yang sudah disediakan. Sejenak menarik napas dan memperhatikan sekitar. Ternyata Coban Parang Tejo ini merupakan salah satu starting point pendakian Gunung Butak. Oke, mari kita masuk mengeksplor tempat ini...!


Beranjak dari parkiran dan loket masuk, kita akan langsung disuguhi udara sejuk hutan pinus. Ada semacam jembatan kayu memanjang yang bisa kita gunakan untuk berjalan-jalan mengitari hutan pinus tersebut, mirip kayak yang di Lembang (liat deh salah satu video klip terbarunya Gen Halilintar). Duduk santai sambil ngobrol sama temen atau keluarga (no pacar lho ya!), boleh juga. Hirup deh oksigen bersih sepuasnya di sini. Kamu bisa istirahat sebentar sambil minum atau makan jajanan yang kamu bawa (kalo gabawa ya makan angin aja gapapa), sebelum trekking ke spot-spot selanjutnya.

Mau kemana kita?
Fasilitas dan wahana yang ada di Coban Parang Tejo ini buanyak! Kelihatannya kecil, namun menyimpan tempat-tempat misterius yang menanti kamu sibak *halah. Beberapa spot yang bisa kamu pilih sesuai kebutuhan antara lain, camping ground, Taman Peter Pan, Rumah Kulu-kulu, Bukit Terbang, Cafe Forest dan area outbound untuk anak-anak. Tempat ini recommended gak hanya untuk kaum pemburu tempat-tempat hitz, tapi juga untuk rekreasi bersama keluarga tercintah (ciyeeeh, yang belum berkeluarga mana suaranyaaa?).

Taman kupu-kupu 'palsu'

Oiya yang bikin tambah asik, ada banyak ayunan di sini yang tersebar di beberapa titik. Ada banyak ayunan untuk semua orang jadi ga perlu ngantri apalagi singut-singutan rebutan ayunan, mainan masa kecil yang disuka semua usia ini. Selain hutan pinus, beberapa jenis bunga juga sengaja ditanam untuk menambah keasrian dan keelokan tempat ini. 

Mengapa bersedih? mengapa melamun?
Kulu-kulunya yang lagi jalan pake baju merah tuh #eh
Mendatangi tiap spot di Coban Parang Tejo ini butuh trekking yang lumayan (kalo buat orangtua dan orang yang ga pernah olahraga). Dari satu spot ke spot berikutnya kita harus mendaki bukit dan lewati lembah. Tapi hijaunya sekitar, udara sejuk dari hutan pinus yang tumbuh di sepanjang tempat wisata ini, membuat lelah menjadi tidak begitu terasa *tapiboong. Ya tetep capek sih, cuma abis itu ilang lagi ketutup view di depan mata atau excited di spot tertentu.


Rumah Kulu-kulu yang gada Kulu-kulunya
Yang sedikit buat saya keheranan adalah spot Rumah Kulu-kulu. Sampai detik saya menulis ini belum terjawab apa itu Kulu-kulu? Sebangsa hobbit kah? Apa sejenis kura-kura? Atau sodaranya kupu-kupu? Entahlah. Rumah Kulu-kulu ini terbuat dari ranting-ranting besar yang disusun sedemikan rupa hingga menyerupai 'rumah'. Kreatif, ya.

Dari rumahnya si Kulu-kulu kami beranjak menuju spot yang dari mikirinnya aja udah bikin saya deg-degan, ayunan maut. Naik ga ya? Sebelum sampe di ayunan maut, kami nemu satu tempat yang keren banget. Dari sini bisa melihat langsung ke air terjun yang di ada bawah sana juga hijaunya pepohonan di perbukitan sebelah sono. Buat bekgron foto juga ketjeh.


Di area Bukit Terbang, ada beberapa spot kekinian yang bisa kamu coba. Ada ayunan maut dengan view perbukitan hijau dan air terjun. Hati-hati dengan kata 'maut' yang mengikutinya yak. Kalo udah naik dan ngeliat ke bawah, emang kerasa deket banget sih si maut itu, hihi. Tapi ga perlu khawatir, safety first. Pengaman insyaallah udah oke. Ada juga spot bunga matahari, kamu bisa naik di atasnya jadi kumbang ala-ala *huek. Ada spot sayap malaikat (kecil banget tapi yak, khan katanya sayapnya terbentang dari barat ke timur?), dan ada rumah pohon. Masih sepi, jadi ga perlu antri dan tinggal pilih mau ke yang mana dulu.


Kami berempat mencoba spot ayunan maut. Awalnya saya gamau, pada akhirnya rasa gengsi sama bocah-bocah yang menang. Bismillah deh, mumpung sepi dan ga ada yang ngeliat kalo tiba-tiba berperilaku norak karena ketakutan. Nita dan Tika seperti biasa, cool gitu aja. Tiba giliran Bu'e, eeh kasian doi. Tali pengamannya ga muat, wkwkw! Tapi Bu'e mah nyalinya sebesar tekadnya, jadi santai aja gitu walau ga pake pengaman. Keren Bu'e. Aku padamuuu! wkwk.

Suka kelupaan sama rencana-rencana yang udah kamu buat? Atau kamu tipe orang 'rapi' yang apa-apanya harus ditulis n disusun dengan baik? Okefix, berarti kamu mesti perlu punya planner yang satu ini. Mau tau apa aja kelebihannya? Juga mau kepoin harganya, jom langsung ngobrol-ngobrol sama ce-pe yang ada di gambar. Mbaknya insyaallah ramah, baik hati dan suka kasih promo lho. Sapa tau jodoh, eh.


Jalan-jalan ke Coban Parang Tejo ini emang asiknya bawa bekal sendiri. Warung yang tersedia hanya di dekat loket masuk saja. Lumayan khan kalo udah trekking jauh ke dalam terus laper dan musti balik lagi. So, bawa makanan dan minuman sendiri dari rumah bisa jadi pilihan. Apalagi sekalian bawa alas, terus digelar di bawah pohon pinus, piknik wanna be deh.  Kalau untuk toilet, selain ada di dekat loket, ada juga di dekat spot kupu-kupu. Ga perlu khawatir, beser mania.

Sejujurnya saya pribadi bukan tipe wisatawan yang suka datang ke tempat wisata yang banyak dibuat spot-spot untuk selfie or wefie. Tapi menurut saya Coban Parang Tejo ini pas untuk yang suka ataupun ga suka begituan. Kenapa? karena tempatnya bisa mengakomodir keduanya; untuk yang kayak saya ini, bisa jalan-jalan santai sambil nikmatin sekitar atau hanya duduk-duduk manjha *huek di beberapa saung atau tempat duduk yang disediain, sambil merenung atau ngapain deh terserah. Untuk yang suka selfie, tinggal pilih dah mau ke spot mana yang disuka. Bebasss!



Sebenarnya, ada beberapa fasilitas yang masih dalam tahap pembangunan, belum jadi seutuhnya. Tapi itu ga mempengaruhi keasikan liburan kamu kok. Sibuk kesana kemari, malah lupa untuk trekking ke air terjunnya. Gini nih tantangan pergi ke air terjun yang banyak spotnya. Keasyikan, malah jadinya males untuk turun. Dilihat dari jauh aja, hehe.



Sebelum melangkahkan kaki untuk pulang, kami shalat zuhur terlebih dahulu di mushola yang ada di sini. Saya suka tempat shalatnya. Lokasinya di belakang loket tiket. Ini termasuk salah satu mushola di tempat wisata paling nyaman yang pernah saya datangi. Tempatnya ga terlalu luas. Toiletnya bersih. Musholanya berdinding kaca jadinya hijau-hijau di luar kelihatan dari dalam. Pas banget, abis trekking kecapekan, terus mampir shalat kesini. Apalagi ditambah sejuknya udara dari hutan pinus, dijamin ngantukkk! But, tahaaan ya! Seenak-enaknya mushola ini buat tidur, tetep aja ini adalah tempat buat ibadah. Jangan sampe ganggu yang mau shalat. Hush, hush, pulang sana! iyeelah *alaMail

Untuk kamu yang merencanakan liburan ke Malang atau Batu, coban ini bisa kamu jadikan pilihan untuk didatangi disamping coban-coban lainnya yang sudah lebih dulu kesohor. Trust me, worthed it!

1 komentar:

  1. Whoaaaa..
    masyaAllah..

    ini belasan desember ya kesini nya,
    akunya udah di jkt :(

    entah yah, kalau aku ke malang lagi
    pasti udah rame :(

    keren sih tempatnya, aku seneng banget lihat foto2 nya

    BalasHapus