Tuesday, August 2, 2016

Main Air Yuk ke Pemandian Sumber Sira Gondanglegi, Malang


Momen Idul Fitri adalah waktu yang pas untuk bersilaturahim. Mumpung masih Syawal (dan mumpung kue lebaran masih ada), Heni mengajak saya dan Imam serta Alex untuk silaturahim ke rumah Tata. Baiklah, sudah lama juga ga kesana. Sabtu (30/07/2016), dari pagi hari saya sudah bersiap. Kami janji bertemu di gang depan kosan Heni jam 9.00 am. Heni berboncengan dengan temannya, Romlah aka Lala, saya sendiri… (sudah terlalu lama sendiri, sudah terlalu lama asik dengan duniaku sendiri *Kunto Aji singin' On!). Imam menyusul kemudian di pom bensin dekat ITN. Alex berhalangan ikut karena sedang tidak enak badan (yah, gada bahan bully-an deh, wkwk).

Saya dan Heni sampai di rumah Tata sekitar pukul 10 lewat. Ternyata Imam sudah sampai disana lebih dahulu. Bertemu dengan Tata dan keluarga. Kami selalu disambut seperti keluarga sendiri. Seperti biasa, perbaikan gizi di sini (selalu begitu, heheh! that's why we love to go there hhhhh). 

Sebelumnya, saya dan Heni sudah berencana untuk sekalian mampir main kemana gitu. Mumpung keluar. Sumber Sira akhirnya menjadi pilihan kami. Selain dekat dengan rumah Tata, juga murah meriah (ini yang paling penting untuk karyawan di akhir bulan hohoh). Awalnya hanya saya, Heni & Romlah, serta Imam saja yang mau kesana. Ternyata Tata dan suami, serta adik Tata dan sepupunya juga ikut. Sip deh. Semakin rame semakin asik. Setelah Zuhur kami berangkat.

Zaman sekarang mah ga usah kayak orang susah. Mau kemana-mana, kalau ga tau dimana tempatnya tinggal setel Google Maps di hape. Memanfaatkan kemudahan yang udah Allah kasih. Jalan menuju Sumber Sira melewati perkebunan tebu dan tanaman sayur. Hijau. Asri. Asik. Sumber Sira terletak di Desa Putukrejo Kecamatan Gondanglegi, Malang. Jam menunjukkan pukul 1.54 pm ketika kami sampai di tempatnya. Tidak sampai 30 menit dari rumah Tata. Alhamdulillah siang itu tidak terlalu ramai. Kami membayar parkir 2K dan donasi masuk untuk perbaikan sarana dan prasarana sebesar 3K per orang.
Bayar parkir

Nah loh!
Abaikan Imam dengan bekal Tupper****nya
Jarak dari tempat parkir ke kolam pemandiannya tidak jauh. Jalan sebentar doang udah capek, eh nyampek. Wisata pemandian Sumber Sira hanya terdiri dari satu kolam pemandian yang cukup besar. Tidak seperti wisata pemandian yang satunya (baca: Sumber Maron), disini entah tidak bisa untuk river tubing atau memang hari itu tidak ada yang river tubing (padahal aliran airnya jernih dan asik untuk meluncur pake ban).


"Jadi Mbak Romlah, luas sawah saya ini ada lah kalo sekitar 1 hektar..." *BatukDiPojokan
Lagi neropong jodoh tah Mbak Heni?
Melihat air yang jernih membuat Imam, suami dan adik Tata langsung nyemplung! Tata dan adik sepupunya hanya duduk jadi penjaga tas. Heni dan Romlah asik foto-foto dekat sawah (ga pindah-pindah dari pertama datang). Saya? yah ngapain lagi selain mengabadikan sekitar. Sama sapa? Iya iya, sendiri! Puas?!


Kelamaan lihat orang-orang berenang di air sejernih itu, membuat saya kepingin untuk nyemplung juga. Saya mengajak Heni, namun ia ragu karena tidak bawa pakaian ganti. Udah wess pulang basah-basahan. Akhirnya Heni dan Romlah ikutan nyebur juga. Saya melipir pelan-pelan masuk ke dalam kolam karena cukup dalam. Brrrr.

Ini rumput sejenis ganggang yang tumbuh subur di bawah air Sumber Sira (itu ga nyabut lho, ngambil yang sudah hanyut terbawa air)
Berenang disini hati-hati ya, jangan sampai injak rumputnya. Jangan brutal bin norak hanya demi dapat foto yang like-nya ga seberapa, ngorbanin rumput-rumput tak berdosa (jiaah). Juga ikan-ikan imut itu. Berenanglah pakai ban pas di atas rumput-rumputnya.
Jenis ikan ini yang hidup disana (itu nemu lho ya *ikannya semaput diserbu bangsa manusia)
Salah satu yang paling keren dari Sumber Sira itu adalah pemandangan under water or bawah airnya. Berenang di air jernih dengan rerumputan hijau ditambah ikan-ikan kecil yang berseliweran, tentu memiliki nilai eksotika tersendiri. Sayangnya saya tidak bisa mengabadikannya. So, kalo kesini jangan lupa bawa kamera underwater yak!
Underwater Sumber Sira yang Masya Allah indahnya (credit pic : theexploreindonesia.com)
Oiya untuk fasilitas yang tersedia disini menurut saya sudah cukup memadai. Ada mushola, toilet ganti serta beberapa warung yang berjualan makanan dan minuman untuk pengunjung. Juga ada persewaan ban (3K per ban). Kalau kamu kebetulan mampir dan ga bawa persiapan baju atau celana untuk mandi, kamu bisa beli disini kok. Dijamin murah meriah.

Kolam pemandian Sumber Sira bersebelahan dengan persawahan milik warga yang saat itu sedang menghijau. Indah meen! Selain badan yang sejuk merasai segarnya sumber mata air, mata juga di sejukkan dengan melihat sawah-sawah yang sedang menghijau. Buliran padi sudah nampak. Kabar gembira bagi para petani yang siap memanennya. All praise is to Allah!
Entah kenapa nih cowo2 serasa kayak lagi di panggung Take Me Out Indonesia *mikir



Sehabis berendam lama di air, mesti perut lapar keroncongan. Di warung dekat situ ada yang jual sempol ('e' dibaca seperti pada 'elang'). Aha! Sudah lama saya mau mengulas sedikit tentang ini. Namanya Sempol. Hanya makanan sederhana dari aci dicampur dengan daging ayam yang digiling (sejenis lah sama cilok). Ditusuk dengan bambu kemudian digoreng dengan telur. Dimakan dengan saos sambal. Harganya murah! Per tusuk dijual Rp 500, ada juga yang 1K. Makanan ini sedang ngehitz di Malang. Hampir-hampir mengalahkan pamor cilok. Sebenarnya ada satu hal yang sangat mengkhawatirkan dari jajanan ini. Saya sempat berpikir, kalo sempol ini pamornya terus naik seperti saat ini, jangan-jangan bambu di Malang akan punah! Ingat kata Zharnd suatu hari, "bambunya itu lho Mba, wasting banget!". Emang iya, ngalah-ngalahin tusuk bambunya sate. Puanjaaaang plus gede pulak! Apa coba maksudnya?!@#
Ada yang familiar dengan ini?
Hello world, i am Sempol!
Ada satu hal yang sayangnya sangat mengganggu saya hari itu. Saya mendapati beberapa remaja yang berenang sambil membawa rokok ke kolam pemandian. Hey Bung! anda mau merokok sebanyak apa, itu bukan urusan saya! tapi plisssss, toloooong, jangan di tempat umum. Buat saya, salah satu orang paling egois di penjuru bumi adalah perokok yang membuang asapnya di tempat umum (apalagi kalo disana banyak anak-anak). Norak tauk! Saya juga mendapati beberapa pelajar (sepertinya masih SMP) yang "tampak gagah" dengan rokok ditangannya. Ahh. Miris! Semoga Allah berikan hidayah pada mereka untuk menjaga kesehatan (dengan tidak merokok).
Perilaku tak terpuji (TIDAK UNTUK DICONTOH!)
Sekitar pukul 4.00 pm kami menyudahi main air dan bersiap untuk pulang. Sebelum pulang, eit makan bekal dulu yang sudah disiapkan oleh Tata (terima kasih Tata *hug). Dari situ kami berpisah dengan Tata n fams. Saya dan Heni duluan. Eh ternyata ditengah jalan kami berpisah. Jadilah saya sendiri lagi... singing...! ***sudah, sudah, sudah, CUT!

Jangan lupa piknik!
Jangan lupa jaga perilaku di tempat piknik!
Jaga alam kita tetap indah :) 

0 komentar:

Post a Comment