Saturday, June 25, 2016

Discover East (Part 6) : Sumbawa Barat, Jadi Pemilik Pulau Kenawa Semalam

Berbekal Google Maps, sampailah kami di Pelabuhan Kayangan. Itu sekitar pukul 11.27 WITA. Kami langsung membeli karcis untuk menyebrang, 50K per motor. Kapal ferry-nya tidak sebesar penyebrangan Merak – Bakauheni. Disini penyebrangan tersedia 24 jam, jadi tidak perlu khawatir. Sampai di Pelabuhan Pototano, Sumbawa Barat, kami langsung menuju dermaga kecil untuk menyebrang ke Pulau Kenawa. Itu berada tidak jauh, jalan kaki bisa banget. Rencananya mau nyari nelayan yang bisa mengantar kesana dan nego harga. Tepat di depan dermaga ada beberapa orang bapak yang sedang duduk-duduk sambil mengobrol. Ada seorang nelayan juga ternyata disitu. Beliau bersedia mengantar. Awalnya beliau menawarkan 250K, lalu saya minta turunkan akhirnya jadilah 200K. Setelah itu saya dan Zahrah mencari masjid untuk shalat serta bersih-bersih diri kemudian mencari ransum untuk dibawa ke Kenawa karena disana tidak ada yang berjualan sama sekali. No toilet, also.
Touchdown Tanah Samawa aka Sumbawa
Dermaga Kenawa
Pulau Kenawa adalah pulau yang tidak berpenghuni. Letaknya tidak terlalu jauh dari Pelabuhan Pototano (dalam penyebrangan Lombok - Sumbawa kita akan melihat dari jauh pulau ini). Pulau ini mulai dikenal dan banyak dikunjungi belum lama ini (beberapa tahun kebelakang). Bentuk pulau dan bukitnya yang epic serta rerumputannya khas. Juga bawah airnya yang masih asri tempat hidup ratusan jenis ikan dan karang, keren banget untuk snorkling. Tidak ada biaya masuk ke Pulau ini, kita hanya butuh membayar nelayan untuk mengantar kemari.

Sekitar pukul 16.00 WITA, Pak Cau (nelayan yang mengantar kami) menghidupkan mesin kapal menyebrangkan kami ke Kenawa. Kurang lebih 15 menit sudah sampai. Pak Cau mengantar kami sampai dermaga Kenawa. Beliau banyak berpesan pada kami untuk hati-hati, tetap berdoa dan tidak perlu khawatir karena InsyaAllah di Kenawa ini amannnnn. Hanya serangan makhluq-makhluq alam yang perlu diwaspadai.

Credit pic : Zharnd
Setelah ditinggal berdua saja, kami mengangkati barang ke salah satu saung. Dan tahukah, setelah usut punya usut, tengok sana-sini, ternyata sore itu cuma kami berdua saja di Kenawa! yeayyyyy! *teriak **girang (agak ngeri juga sebenarnya).

Credit pic : Zharnd

Entah dirimu atau adzan yang lebih kutunggu... halah (credit pic : Zharnd)
Langsung eksplor sana-sini. Tiba-tiba eeh ada kucing mendekati kami! Mungkin karena saking excited-nya ada makhluq selain kami berdua disini, Zahrah langsung mengangkat kucing itu sebagai adik (hahah!). Sebenarnya agak curiga, jangan-jangan itu kucing jadi-jadian penunggu pulau (hiyyy).
Kami berencana untuk buka puasa di atas bukit Pulau Kenawa. Lagi-lagi Allah suguhkan sunset indah dengan bekgron Gunung Rinjani. Sambil menunggu adzan Maghrib berkumandang, ada banyak yang bisa kami lakukan. Tilawah, dzikir Al-Matsurat sore, melihat sunset, etc.
Credit pic : Zharnd
Sebelum agak gelap kami turun ke bawah. Ada beberapa gubuk atau saung yang bisa kami gunakan untuk shalat dan tidur sebenarnya. Namun pada saat kami akan meletakkan barang bawaan kami, nguingggggggggg...! seperti serangan ribuan nyamuk yang siap menghisap darah kami. Akhirnya kami putuskan untuk shalat di dermaga (sekalian tidur). Shalat maghrib di dermaga, dibawah sinar bulan dan ratusan bintang. Epic banget khan. Sekalian shalat Isya dan tarawih disana. Plus tidur (beralas bumi beratap langit, halah!, berbekal lotion nyamuk, kaos dobel, kaos kaki dobel).

(Kayak lagi simulasi terdampar di pulau tak berpenghuni. Gada penerangan. Gada aktifitas kehidupan manusia. Hanya suara alam. Indah. Damai. Setidaknya salah satu hal yang harus kamu coba sekali seumur idup!)

Jam 3.30 WITA kami terbangun oleh alarm alam (gerimis keciiil). Kami langsung pindah ke saung sambil memindahkan barang bawaan. Eh bukannya langsung sahur, malah tidur lagi di saung. Baru sekitar jam 5 kurang bangun lagi dan langsung sahur seadanya (entah deh itu udah imsyak atau belum). Paginya, setelah nyawa terkumpul dan energi main sudah full, saatnya eksplorrrr! Kami tidak terlalu memburu sunrise, tapi dikasih yang beginian sama Allah... Say masya Allah. Indahnyaaa <3

Terdapat beberapa pulau kecil di dekat Kenawa. Ada pulau Paserang, Pulau Namu, Pulau Kalong, Pulau Panjang, Pulau Ular Besar dan Pulau Ular Kecil. Menurut beberapa artikel yang pernah saya baca, jika mau nego nelayan untuk mengantar ke pulau-pulau sekitar Kenawa itu bisa saja namun lebih mahal lagi bayarnya.

Credit pic : Zharnd

**Big Grin
Hari itu benar-benar quality time with Zahrah, air laut, pasir, ombak, matahari. Menjadi satu dengan alam. Pantai nya benar-benar bikin kangen untuk kembali lagi. Ombaknya sopan banget. Air lautnya bersih. Haaah boleh bungkus bawa pulang gak?@#$%&*
Abaikan saja sesuatu yang mengambang itu :D
Just BLUE
Just BLUE and BLUE (credit pic : Zharnd)
Dermaga tempat kami tidur semalam haha! (credit pic : Zharnd)
Puas setengah hari mengelilingi Kenawa (sampai anyep), kami tidur kecapekan di salah satu gubuk. Bangun-bangun eh Zahrah sudah berganti kostum. Alamat blusukan sana-sini lagi nih. Hokay! Siang terik itu, kami naik ke atas bukit. Whoaaa panasnya. Kepala serasa mengepulkan asap. Baju yang awalnya basah dibuat nyebur ke laut, eh sampai kering lagi di badan.
Credit pic : Zharnd
(Ada insiden kecil, tutup lensa kamera Zahrah terjatuh disini. Mau di cari beberapa kali juga kalo ilangnya pas di rerumputan agak susah. Bagai mencari jarum di tumpukan jerami, jiaaah)

Sekitar pukul 14.30 WITA kami kembali ke Pototano meninggalkan pulau kami itu (yang dimiliki semalam doang). Rencananya sampai di Desa Tano kami akan bertanya pada penduduk dimana penginapan terdekat karena besok paginya ada rencana untuk mengunjungi Desa Mantar yang masih berada di Kecamatan Pototano. Pak Cau menawarkan untuk tinggal di rumahnya saja. Yasudah Alhamdulillaaah. Malam itu kami bermalam di rumah Pak Cau di Desa Tano (desa nelayan) tidak jauh dari Pelabuhan Pototano. Have nice sleep, Zahrah.

Cerita Zahrah ada disini
Juga disini
Bersambung kesini

###

Sewa perahu ke Kenawa 200K
Ransum untuk dibawa ke Kenawa 60K
Nasi untuk buka puasa dan sahur 24K
Air mineral plus lotion nyamuk 12K 

0 komentar:

Post a Comment