Tuesday, May 31, 2016

Menjadi Matahari: Just Like a Sun


Menjadi seperti matahari...
Yang terus memberikan sinar hangatnya tanpa mengharap balas dan belas
Tiap hari berganti; tak peduli awan hitam menutup Bumi atau langit biru yang menemani, ia akan tetap muncul
Memberikan manfaat pada makhluq-makhluq Allah lainnya
Karena begitulah tuhan-Nya mengilhamkan padanya
***

Pernah kau menyayangi seorang? Tentu pernah! karena Allah PASTI titipkan Rahman dan Rahiiim-Nya di tiap hati manusia (juga bahkan pada undur-undur yang hidup bersembunyi di lubang-lubang tanah)

Dengan kasih sayang itu manusia 'hidup'
Dengan kasih sayang itu manusia memanusiakan sesamanya

Namun terkadang hati usil, mencoba menerka dan bertanya-tanya
Saya menyayanginya, pun begitukah dengannya? Seperti apa ia menganggap saya? Sebesar apa rasa sayangnya? Dimana posisi saya berada dalam hatinya?
Seolah tak mau "rugi"
Seperti pedagang yang sibuk berjual - beli
Sebesar apa yang ia berikan pada saya, sebesar itu pula saya akan membalasnya

Padahal,
Allah deklarasikan 'janji-janji manis' lewat hadits Rasul-Nya pada sesiapa yang mencurahkan kasihnya pada yang lain, dengan IKHLAS, semata karena-Nya
"Dimanakah orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku? Pada hari ini Aku akan menaungi mereka dibawah naungan-Ku yang tiada naungan kecuali naungan-Ku…"
Juga,
"Sesungguhnya diantara hamba-hamba Allah ada yang bukan nabi, tetapi para Nabi dan syuhada merasa cemburu terhadap mereka. Ditanyakan, "siapakah mereka? semoga kami dapat mencintai mereka. Nabi menjawab, "mereka adalah orang-orang yang saling mencintai karena cahaya Allah tanpa ada hubungan keluarga dan nasab diantara mereka. Wajah-wajah mereka tidak takut disaat manusia takut dan mereka tidak bersedih disaat manusia bersedih..."
***

Wahai insan, menyayanglah seperti matahari
Tak perlu kau harap ini itu
Tak perlu kau bertanya-tanya ini itu
Menyayang sajalah…

Yakin, bahwa tiap berkas 'sinar kasih sayang' yang kau pancarkan pada makhluq Allah lainnya, akan Ia ganjar dengan sebaik-baik ganjaran; Mahkota dari cahaya... Naungan di Padang Mahsyar yang disana jarak matahari dari ubun-ubun manusia HANYA sejengkal saja! Juga dicemburui oleh Nabi dan Syuhada, dan didoakan oleh Malaikat Jibril dan seluruh penghuni langit.

Wallahu 'alam bisshawwab.

0 komentar:

Post a Comment