Friday, September 11, 2015

Barakallahu, Princess

5 September 2015
Today, smiles all around
Both of you are shining with faces so bright
These memories will always remain
Deep in your hearts brightening the darkest night
We always pray your everyday
Will be blessed with joy 
May all your dreams come true
(Mabrook - Irfan Makki)

Hey, sudah hampir seminggu menyandang status baru. Waktu berlalu cukup cepat ya, untuk sepasang insan yang sedang diliputi keberkahan dan kebahagiaan dari Allah ^_^ Kami berdua sengaja belum menghubungi Esy (via messenger, bbm or telpon langsung). Kami tahu, hatimu pasti sedang gegap gempita sekali. Campur aduk jadi satu yang dirasakan. Namun, belum terucapkannya doa  secara langsung, insya Allah ndak mengurangi tulusnya doa-doa kami dari penghujung Jawa Timur ini.

Mbak Esy Andriyani dan Mas Budi Winandri (ehem),
Teriring sebaik-baik doa yang Rasulullah contohkan untuk sepasang anak manusia yang telah saling menemukan tambatan hatinya
Bukan bahagia
Bukan banyak keturunan
Bukan kecukupan harta, yang diminta
Hanya BARAKAH
Hingga nanti, saat semua tak seindah yang dibayangkan atau didamba
Doa-doa yang teruntai saat ijab dan qabul terlaksana
Menjadi penguat saat ikatan akan longgar
Menjadi pengingat akan janji hidup bersama, dalam keberkahan

Mungkin apa yang kami berdua lakukan ini bisa disebut September Project (hehe). Dari awal balik dari Lampung ke Malang, berusaha cari ide yang ndak biasa untuk menyampaikan doa pernikahan terindah di hari bahagia Esy. Hingga muncullah ide untuk mengirimkan doa tersebut dari beberapa tempat indah di Malang. Harapan kami sederhana saja, suatu hari Esy dan suami bisa mendatangi tempat-tempat dimana kami kirimkan ucapan tersebut. Uh keren pastinya! Baiklah, kemudian selamat "menikmati" hasil jalan-jalan (eit! kerja keras) kami...


Okay then let's start from the photo above. Di ambil tanggal 1 Agustus 2015 at 11.21 am di Alun-alun Kota Malang. Dengan sedikit ga tau malu, kita minta tolong dengan dua orang bule yang kebetulan lewat untuk pose sama ucapan yang udah kita bikin. Padahal sebelumnya Mbak Ratih udah pose lhooo dengan berbagai gaya sampe garing banget. Eh malah akhirnya pose nya ga kepake, Pesonanya kalah sama buleee! (dimataku) heheheh.



Tanggal 2 Agustus 2015 jam 17.26 pm di Paralayang Gunung Banyak, Batu, Malang. Ini pertama kalinya saya nekat bawa motor sendiri ke paralayang. Jalannya itu lho ekstrem bingiiit! Tapi demi adik shalihah satu ini, let's rock beibeh! Kalau ke paralayang sore-sore, dapat banyak bonus. Bisa lihat yang lagi pada main paralayang, dapet sunset juga iya, dan yang paling membahana kalo udah abis maghrib itu, bisa lihat ribuan lampu berpendar di Kota Batu layaknya gugusan bintang. I called it, The City of Light. Bagusnya ga bisa diungkap dengan kata-kata! Suatu hari Esy (dan suami) harus saksikan itu sendiri. So romantic, ihihi. 



8 Agustus 2015 pukul 16.00 pm taken from kebun jeruk Daerah Selorejo, Malang. Masih edisi mau ngirim ucapan untuk Esy, kita ngeluyur lagi. Kali ini ke petik jeruk yang gak terlalu jauh dari kosan. Disini bisa makan jeruk se-sakit perutnya (alias sepuasnya). Saking asyiknya saya makan, sampe kosan sakiiit perut. Heheh. Esy lihat jeruk-jeruk yang bergelantungan sebagai background foto kami? Itu semuanya siap dipetik, siap dimakan. Insya Allah ntar kesana kalau Esy dan suami ke Malang. Fufufu.



Tertanggal 17 Agustus 2015 at 16.17 pm di Kebun Teh Wonosari, Malang. Ada satu cerita lucu waktu di kebun teh ini. Jadi waktu udah agak sore, motornya khan boleh dibawa masuk ke kebun tehnya (untuk keliling). Pas udah jalan masuk, eh ketemu jalan yang di-verboden. Ga jauh dari situ ada jalan kecil, tulisannya "jalur ATV". Karena males muter balik lagi, yaudah deh kata saya lewat situ aja. Masuklah kami (saya bawa motor sendiri, matic, dan Mbak Ratih sama suami boncengan dengan motor Supra yang sudah cukup berumur). Ternyata eh ternyata, tuh jalan ekstrim banget! Ibarat naik perahu kano, di jalur arung jeram. Yang paling melass dan buat ngakak, Mbak Ratih n suami. Kebayang gak? Orang hamil, dibonceng motor supra "tua", masuk jalur ATV yang jalannya bikin badan oleng sana-sini??? Dan tahukah, pas kita lagi kebingungan nyari jalan buat keluar dari jalur itu, eeh ada ATV yang mau lewat. Melipirrr! Begitu lewat depan kita, dengan santainya mamasnya bilang, "Mbak kayaknya salah jalur". Gubrak!



Naaah, ini yang paling cetarrr. Menempuh kurang lebih 3 jam perjalanan by motorcycle, kala ijab terucap di ujung Sumatera sana, Alhamdulillah Allah ridhai untuk sampai tempat ini. 5 September 2015 jam 12.09 pm Pantai Coro, Tulungagung. Tapi saya ndak sama ibu hamil, ndak mungkin dia ikut. Masya Allah pemandangannya, amazing! Best creature from Khaliq. (Cerita selengkapnya tentang ini, nantikan di post blog selanjutnya **hehe modus).

Perjalanan ke beberapa tempat, selama beberapa pekan yang kami lalui, semata untuk membuktikan cinta kami untuk Esy *love *love *love. Dan inilah persembahan cinta dari kami berdua yang secara fisik ndak ada di hari bahagiamu. Tapi yakin deh, pancaran bahagia itu sampai ke hati kami walau jarak beribu mil memisahkan (ecieeeh). Sedikit bocoran, jadi saya "menugaskan" Marlia untuk jadi paparazzi dan ngirimin foto-foto pernikahanmu. Hihi. (Kalau berkenan, bolehkah kami melihat lebih banyak lagi?) So, if yes, send it send it! And taraaa.....! 

Barakallahu Laka wa Baraka Alaika wa Jama'a Baina Kuma fi Khaiiir ^_^
Btw, mau iseng-iseng buatin Trip Plan (barangkali ada yang tergugah untuk bulan madu kesini, hehe). Start point-nya dari Jakarta aja ya. Kereta Jkt - Mlg : ekonomi 115rb, eksekutif (recommended) 500rb/orang, yang biasa-biasa aja sekitar 250rb. Di sini nanti, nginepnya tempat Mbak Ratih aja. Rumahnya sangat-sangat lebih dari cukup untuk bisa Esy dan suami singgahi. So, masalah penginapan, beresss! Untuk kendaraan, kalau mau pake punya saya dulu, bisa deh. Bisa nyewa juga, cuma sekitar 65rb per hari (motor) dan 225rb (mobil).

Selanjutnya adalah.... tempat-tempat wisata! Esy tinggal pilih, mau yang alami, yang modern, yang bikin deg-degan, yang memacu adrenalin, all complete! Bisa petik jeruk, apel, stroberi, ke air terjun, ke pemandian alam, ke Jatim Park, Batu Night Spectaculer, eit! jangan lupakan juga, Bromoooo....
Perjalanan Jkt Malang insya Allah cuma memakan waktu semalam. Jadi misalkan Esy mau kesini, bisa berangkat kamis atau jumat dari Jakarta. Disini dua atau tiga hari (sebenernya masih kurang banget, tapi ga papa deh. Insya Allah jarak tempat2 wisatanya ga jauh), insyaAllah senin pagi sudah sampai Jakarta lagi dan kembali memulai aktifitas.

Bagaimana? Anda tertarik??? Bolehlah dibicarakan dengan belahan hatimu...(ihiyyy!). Semoga Allah mudahkan.

Dan akhirnya...
All the best to you, girl
Huaaah, Finally, you've found the love of your lifetime
Barakallahu, Princess...
Keberkahan dari Allah, meliputi.

**Note: Sampaikan salam kenal dari kami untuk Pak Budi, hehe

0 komentar:

Post a Comment